PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW PADA MATERI SISTEM PEMERINTAHAN PUSAT DAN DAERAH

Nur Retnoningsih

Sari


Data yang diperoleh dari hasil observasi aktivitas belajar siswa menunjukkan kriteria kurang aktif. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa masih rendah. Metode pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi data observasi aktivitas belajar siswa dan data hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar PKn materi sistem pemerintahan pusat dan daerah. Persentase aktivitas belajar siswa pada kondisi awal adalah sebesar 38% berada pada kriteria kurang aktif, pada siklus I persentase aktivitas belajar siswa sebesar 68% (kriteria cukup aktif) dan pada siklus II persentase aktivitas siswa sebesar 84% (kriteria aktif). Model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar PKn materi sistem pemerintahan pusat dan daerah. Ketuntasan klasikal pada kondisi awal hanya mencapai 15,4% atau hanya terdapat 4 siswa yang tuntas. Pada siklus I, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 65,4% atau terdapat 17 siswa yang tuntas. Pada siklus II, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 88,5% atau terdapat 23 siswa.


Kata Kunci


Aktivitas belajar; Hasil belajar; Jigsaw; Sistem Pemerintahan.

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.