PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Suharna -

Sari


Rendahnya kemampuan menggunakan google classroom oleh 9 guru menjadi penghambat pembelajaran daring, indikasinya: merencanakan 66,67%, merancang, membuat materi 33,33%, memilih metode 18,80%, interaksi guru-siswa 13,89%, dan tidak mampu melakukan penilaian. Tujuan penelitian, model pelatihan partisipatif untuk meningkatkan kemampuan guru menggunakan google classroom dalam pembelajaran daring. Metode, penelitian tindakan selama tiga siklus dengan tahapan; perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek, 9 guru SMPN 4 Satap Entikong. Teknik pengumpulan data: observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Analisis data: deskriptif kualitatif melalui reduksi, display, verifikasi dan menyimpulkan. Hasil, akhir siklus III rata-rata persentase jumlah guru yang mampu menggunakan google classroom dalam pembelajaran daring, mencapai 95,15% dengan kriteria baik, meliputi: perencanaan 99,35%, merancang, membuat materi 97,6%, pemilihan metode 96,5%, interaksi guru-siswa 96,75% dan melakukan penilaian 85,55%. Kesimpulan, pelaksanaan model pelatihan partisipatif dapat meningkatkan kemampuan guru menggunakan google classroom dalam pembelajaran daring. Manfaat, pemahaman guru tentang google classroom meningkat sehingga guru mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran, dan hambatan proses pembelajaran daring teratasi.


Kata Kunci


google classroom; kemampuan guru; pelatihan partisipatif.

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.